Thursday, February 14, 2013

Mengapa sebaiknya anda tidak Jadi Programmer?



[Image: programmer.jpg]

Menjadi programmer bukanlah pilihan yang menjanjikan, suer!!!, anda ingin merasakan kehidupan jadi seorang programmer? jika anda suka nonton jason bourne itulah programmer, di kejar kejar oleh waktu, bos, client dan orang orang yang selalu “ingin membunuh anda”, penuh dengan bertanya ” sudah selesaikah programnya?” sampai mana? kapan program selesai ? dstnya, namun biar lebih jelas mengapa sebaiknya andda tidak jadi programmer sekalipun anda mahasiswa jurusan IT dengan IP 4.0, sangat tidak disarankan jadi programmer,

tulisan ini saya tulis untuk anak anak IT yang mau lulus atau sedang menyelesaikan Tugas akhir, skripsi Kerja praktek atau apaun, setelah lulus jangan berpikir jadi programmer, sebaiknya anda lebih memikirkan masa depan yang lebih baik, misal jadi PNS, Pegawai kantor, atau menjadi istri milyader jika anda perempuan atau yang lebih keren dan ngetrend sebaiknya anda menjadi hacker, punya reputasi, terkenal hebat, keren dan canggih walaupun sebenarnya anda ga sehebat itu. ingat pencitraan itu lebih penting dari kemampuan.

nih daftar alasan mengapa sebaiknya anda tidak jadi programmer!

1. terus menerus belajar 

Jika anda jadi programmer , anda harus lebih lebih hebat dari superman. Pekerjaan superman aslinya cuma wartawan, dan kemampuan supernya sudah ada secara default dari lahir, sedangkan jika anda jadi programmer, anda harus mendapatkan “kekuatan super” anda sedikit demi sedikit, dan jangan dikira anda hanya balajar bahasa pemrograman saja itu cukup, anda harus belajar apapun yang diminta client, misalnya anda membuat program untuk bank, anda harus belajar perbankan, penjualan, anda harus berpikir sebagai penjual, membuat program perhitungan nuklir, anda harus paham rumus nuklir, apapun yang diminta oleh client atau bos anda, artinya anda siap jadi apa saja.

sebagai contoh real anda adalah programmer web dengan php, dulu anda cukup bisa php mysql, sekarang itu saja ga cukup, anda harus menguasai ajax, Jquery, json, xml, web API,framework, cloud dan segudang istilah teknis yang keluar hampir tiap hari!, muntah deh pokoknya!

2. berpikir 24 jam nonstop

Anda pikir programmer (terutama programmer yang kerja di kantor) hanya berpikir selama 8 jam sehari? tidak, apalagi programmer freelance, Programer berpikir 24 jam nonstop, saat makan, saat di Wc bahkan saat sholat anda masih memikirkan program yang tadi ga jalan, dan “BINGO” setan memberi tahu kesalahan atau solusi persis saat anda berusaha khusuk dalam sholat. Kalau sudah akut, bahkan mimpi anda juga berisi code program yang anda begitu senangnya bahwa program selesai dibuat tapi saat bangun, weeeh…programnya masih error!

3. Menjadi Budak !

Anda harus siap jadi budak bos anda, atau client anda, bayangkan anda jadi programmer dan bos anda didatangi client untuk membuat program ” sederhana” .programnya sederhana memang , cukup membuat program android satu tombol yang jika di klik tombolnya maka BOM Nuklir di Iran akan meluncur ke negara yahudi, gampang kan cuman 1 tombol. Tentunya bos anda akan senang hati menerima proyek gampang tersebut dengan nilai duit yang besar, semantara anda hanya bisa membenturkan kepala anda berkali kali ke tembok. :P ingat, cuman satu tombol, gampang koK!

4. Berasa jadi Buronan tiap har

Jason bourne, itulah gambaran yang tepat untuk programmer, hampir tiap 5 menit sms datang tanya” dah selesai mas programnya”, webnya dah jadi belum mas, kemarin revisinya gimana mas, mas cuman revisi dikit kok lama ya, terror terus berdatangan bahkan saat anda tidur, itu kalau anda freelance, tapi kalo anda programmer kantoran itu juga ga jauh beda, cuman yang bertanya bos yang tiba tiba muncul dibelakang anda dan bertanya:” Sampaimana proggressnya?”

Banyak mahasiswa stres dan pusing setengah mati ketika deadline pengumpulan naskah dan programnya belum selesai padahal kurang dari 1 minggu lagi, programmer hampir tiap hari di deadline, kata teman saya,berasa pendadaran tiap hari, dan jika anda gagal saat deadline, anda dipecat, tidak dibayar atau client membatalkan perjanjian, mereka menganggap pekerjaan programmer tuh gampang, tinggal ketik, copy paste code, terus jalan, apa susahnya eh… ,!

5. Bayarannya dikit

jangan mimpi kalau programmer di indonesia hidup makmur, tinggal buat program , duit mengalir, jutaan atau puluhan juta, ingat itu cuman di dunia mimpi, kenyataan dilapangan, programmer indonesia cuman mendapat gaji kurang dari 10% dari teman temannya di amerika sono, Programmer itu diperas habis habisan otaknya namun dibayar seperti buruh bangunan, makanya banyakan programmer itu kurus, jarang mandi, mata belo dan kamar brantakan karena kerja dari bangun tidur sampai mau tidur lagi!

6. Susah dapat cewek

Berbeda dengan pemain bola atau HACKERSSS, yang selalu di gandrungi cewek cewek, dengan penampilan dekil dan jarang mandi serta mata belo, jarang yang suka ma programmer, ingat , secara programmer itu hidup sendiri dengan teman setia komputer, makanya jarang bergaul dengan manusia, saat programmer mulai menghidupkan komputer, itulah saatnya dia Masuk “real life” sedangkan saat bersosial itu hal yang sulit, programmer kurang pintar dari sisi sosial jadi inget, anda lebih baik menjadi olahragawan yang memperbesar otot anda karena secara default dari jaman purba sampai besok kiamat keknya cewek dah disetting suka dengan laki laki yang bebadan tegap, sixpack, ganteng ya walaupun otak kosong itu ga masalah!

7. masa depan ga jelas!
sekarang sudah banyak program generator, seperti php generator, visual GUI generator dan CMS CMS bertebaran di internet, masa depan programmer itu suram, ga enak, ga jelas, kalau pingin hidup aman , jadilah PNS, bahkan saat anda tidur atau ungkang ungkang baca koran, anda ttap dibayar, sekali lagi, masa depan ga jelas,

8. Tidak ada hari libur,

Berbeda dengan pegawai kantor yang selalu berbunga bunga ketika akhir weekend, menikmati hari libur bersama keluarga, tidak ada yang namanya hari libur bagi programmer, senin,minggu, libur tahun baru, valentine itu sama saja,hari itu flat, datar dan seandainya presiden membuat acara didepan rumah programmer ttersebut , itu juga tidak akan mengalihkannya dari coding, ingat koding dan keyboard sudah menyatu dengan badan programmer.

9. (dianggap) ga punya perasaan

MEmang sih pernyataan diatas tidak selamanya bnar, tapi dengan bekerja secara logic tiap hari, maka semuanya dipikir secara logic, kadang berbicara kasar, ga sabar dan kadang seperti orang gila teriak teriak sendiri, benturin kepala ketembok atu tepok jidat itu tiap hari dilakukannya hanya gara gara 1 baris kode erorr!,ingat kadang proggramer itu lebih menyeramkan daripada bulldog!.jika ingin ketemu dengan programer, carilah saat yang tepat, misal saat yang tepat ketmeu programmer adalah saat dimana dia nonton film comedy atau anime jepang. karena itulah satu satunya hiburan yang menarik bagi dia!

10. Dianggap tidak tepat janji!
ada stereotipe yang menganggap programmer adalah orang yang tidak tepat janji, misal janji kalau program selesai besok, eh ternyata blum jadi, anda pikir programmer itu malas, buang jauh jauh pikiran itu, kadang programer memang tidak menulis kode, karena bingun mo nulis apa, namun otaknya jalan terus, mencari solusi itu bisa berhari hari, anda pikir nulis program itu seperti nyusun batu bata seperti tukang bangunan, TIDAK programmer tidak menepati janjinya karena programming adalah bidang yang paling tidak pasti dalam hal “Kapan selasai”nya. anda mungkin berpikir, ah masa, loe aja kale yang ga profesional? Sekali lagi pikir dulu sebelum ngomong! perusahaan sekelas microsoft kadang menunda rilis produk selama 6 bulan lebih karena proyek program yang rencanya dirilis belum sempurna, programmernya malas?JELAS TIDAK. proggramer di microsoft itu kelas wahid, begitu juga di peruasahaan besar lainnya, Oracle, Google, Apple semuanya sering menunda rilis produk karena fitur yang dijanjikan kadang lebih sulit dari yang diduga. Berpikir positiflah jika program anda belum selesai dibuat oleh programmer!.

saya lupa, saya belum memperkenalkan diri, “I’am programmer, and I have no life”

update:

Bagi yang nanggapin serius, plz deh…hidup jadi programmer tuh dah terlalu serius, jadi nikmati aja tulisan diatas, kata joker “Why so serius”. Saya sendiri programmer dan setelah menulis tulisan ini juga ga terus berhenti jadi programmer kok, lagian isi website ini hampir semunya berisi resource untuk admin jaringan dan programer :-). Jadi programmer dan ingin lebih menikmati hidup, like aja “I’am programmer, and I have no life”di facebook.




Nih saya tambah satu lagi , Montly lifecicyle of programmer, kira2 beginilah kehidupan programmer dalam satu bulan ketawa


http://www.candra.web.id/2012/02/17/mengapa-sebaiknya-anda-tidak-jadi-programmer/
http://devilzc0de.org/forum/thread-18669.html


Wednesday, October 3, 2012

CAHAYA KULA CAHAYA ILAHI

Ébréh jéntré rahayat nu malarat bari euweuh kabosen,
sanajan maranéhanana kudu ditataranjang jeung kalaparan,
Sanajan kahirupan ieu téh pikagumbiraeun,
tapi teu leuwih ngan saukur angkeub ‘na mangsa halodo nu pasti baris ngaliwat.

Kunaon ajeun bet ngahuru cipanon anu geus tuus,
Nu nyieun karémpan sabudeureun kalbu.

Loba kénéh pagunungan nu can ditalukeun,
Nu ajeg nanjeur ka luhur langit,
Sakumaha kuring gé can bisa nalukeun diri pribadi.

Kamari mah karasana jiwa téh siga nu rék ngalayang,
Tapi poé éta kabéh geus ditalukeun,
Moal rék nyeungceurikan anu geus euweuh,
Moal rék nyeungceurikan nu bakal indit.

Éh kalangkang nu nutur-nutur,
Demi jiwa nu nganjrek dina raga kula,
Kunaon andika teu aya datang, nalika ieu panon hayang ninggali,
andika siga nu éra pédah darajat kula leuwih luhur.

Kula moal tigebrus kana jurang kanistaan andika,
Kula moal asup ka jero jurang andika nu poék mongkléng,
Sabab kula geus meunang satétés asa di luhureun pancaniti andika tuh di luhur puncak itu di puncak singgasana andika.

Ikhlaskeun kula mulang di jalan kula,
ikhlaskeun kula mulang di jero nur-cahya.

Andika montong mimilu ka kula,
di tukangeun hahalang hideung nu nyimbutan siga ibun di gunung halimun nu heuneuk tur maleukmeuk,
nu matak kula teu bisa ngaléngkah.

Dada kula eungap alatanana,
Dada kula eungap alatan kacangcayaan,
tapi kacangcayaan éta geus musnah,
kacangcayaan kula geus jadi awal kahadéan,
ciibun geus leungit ilang lebih tanpa karana,
Angin ilahi niupkeun kaaral,
Angin surgawi ngaping kula unggah ka itu puncak,
Laskana palita lir dammar awak,
nyaangan raga nu suda.

Hé kalangkan nu maturan lalampahan kula,
Naha andika nu sok ngahalangan kula téh,

Tapi di puncak nu itu kula geus hasil nalukeun jiwa kula atawa bisa baé jiwa andika nu ngaragasukma dina jiwa kula,

Kula rék nguhuripan jiwa kula nu geus palastra kalayan tumaninah tur mutmainah,

Mun andika geus nampa cahaya dina dua beulah panon kula,
Tapi di jero nurani kula jeung kolbu kula masih aya cahaya,
cahaya ALLAH nu bakal terus nyaangan,dina wanci poék mongkléng buta rajin ngarogahala.

Sharing an Internet connection using a FreeBSD router/firewall

Legal:
This document is copyright © 2005 Jim Brooks.
Permission to copy, distribute, link, and reformat is given on condition that authorship is indicated.

These are my notes from configuring kernel PPP (pppd), a firewall, and Network Address Translation (NAT/masquerading) on FreeBSD 4.10. My goal was to have a shared Internet connection in which my FreeBSD box acts as the Internet router (gateway) and firewall via a dialup connection for other computers on my LAN.

1. Recompile the FreeBSD kernel with these options (if necessary):

options IPFIREWALL
options IPDIVERT

Build the FreeBSD kernel. Put the above options in MYKERNCONF.
2. Add to /etc/rc.local:

sysctl net.inet.ip.fw.verbose=1

3. Add to /etc/rc.conf:

gateway_enable="YES"
natd_enable="YES"
natd_interface="ppp0"
natd_flags="-interface ${natd_interface}"
firewall_enable="YES"
firewall_script="/etc/firewall.custom"

4. Create this as the file /etc/firewall.custom but first configure it for your network:

#!/bin/sh
# Based on:
# /etc/rc.firewall
# http://www.freebsd.org/doc/en_US.ISO8859-1/articles/dialup-firewall/rules.html

#--------- CONFIGURATION BEGIN -----------

fwcmd="/sbin/ipfw -q"

# Your outside interface.
oif="ppp0"

# Your inside interface.
iif="dc0"

# Your private network address/mask.
inet="192.168.1.0/16"

# Your ISP DNS servers.
odns1=""
odns2=""
odns3=""

# Loopback interface and network address.
loif="lo0"
lonet="127.0.0.0/8"

#--------- CONFIGURATION END -------------

echo "Enabling firewall."

# Clear firewall rules.
$fwcmd -f flush

# Short circuits.
$fwcmd add pass all from any to any via $loif
$fwcmd add pass all from $inet to $inet via $iif

# Prevent spoofing.
$fwcmd add deny all from $lonet to any in via any
$fwcmd add deny all from $inet to any in via $oif
$fwcmd add deny all from not $inet to any in via $iif

# Reject packets from outside destined to an inside address.
$fwcmd add deny all from any to $inet via $oif

# Allow natd.
$fwcmd add divert natd all from any to any via $oif

# Allow TCP through if setup succeeded.
$fwcmd add pass tcp from any to any established

# Allow IP fragments to pass through.
$fwcmd add pass all from any to any frag

# Allow access to your ISP DNS servers.
for odns in $odns1 $odns2 $odns3; do
$fwcmd add pass tcp from any to $odns 53 setup
$fwcmd add pass udp from any to $odns 53
$fwcmd add pass udp from $odns 53 to any
done

# Reject setup of incoming connections from the outside.
$fwcmd add deny log tcp from any to any in via $oif setup

# Allow setup of any other TCP connection.
$fwcmd add pass tcp from any to any setup

# Allow DNS queries to your ISP DNS servers.
for odns in $odns1 $odns2 $odns3; do
$fwcmd add pass udp from $odns to any 53 keep-state
done

# Deny and log all the rest.
$fwcmd add deny log ip from any to any

5. This is a shell script to start pppd and natd. You may need to modify it for your modem.

#!/bin/sh
# Start pppd with NAT (masquerading).

. /etc/rc.conf

echo "Starting pppd."
pppd connect \
'/usr/bin/chat -v -f /root/bin/chatscript' \
crtscts defaultroute modem \
/dev/cuaa0 115200 &

if [ "$natd_enable" = "YES" ] && [ "$natd_interface" = "ppp0" ]; then
# Restart natd.
killall -9 natd 2>/dev/null
echo "Waiting for ppp0 to come up..."
sleep 10
while ! ( ifconfig | grep -q ppp0.*UP )
do
sleep 1
done
sleep 1
echo "Starting natd."
natd ${natd_flags} &
fi

6. This is an example of a chat script. You will need to modify it for your ISP. You can use a terminal program to discover your ISP's particular login prompt.

TIMEOUT 5
"" ATM0
OK ATDT[YOUR_ISP_PHONE_NUMBER]
ABORT "NO CARRIER"
ABORT BUSY
ABORT "NO DIALTONE"
ABORT WAITING
TIMEOUT 45
CONNECT ""
TIMEOUT 5
"ogin:" [YOUR_ISP_USER_ID]
"assword:" [YOUR_PASSWORD]

That should be it. Run the ppp script to connect to your ISP. It will take about 30 seconds to run, waiting for the ppp0 interface to come up, then it will start natd so that the FreeBSD box will route IP packets between your other computers on your network and your ISP for a shared Internet connection.

Check /var/log/security to ensure that the firewall is blocking malicious packets from the outside Internet, but that it isn't blocking packets inside your network:

Dec 11 23:44:18 lion /kernel: ipfw: 1800 Deny TCP 209.165.3.212:4488 209.165.11.101:445 in via ppp0
Dec 11 23:45:15 lion /kernel: ipfw: 1800 Deny TCP 141.156.234.216:3868 209.165.11.101:445 in via ppp0

If the firewall is interfering with your private network, temporarily disable it by running "ipfw -f flush", then permanently by editing /etc/rc.conf.

Newer Posts Older Posts Home